China dan AS kuasai lahan pertanian terluas dunia, apakah Indonesia masih tertinggal jauh di sektor pertanian global?
China dan Amerika Serikat memimpin dunia dengan luas lahan pertanian yang sangat besar, sementara Indonesia masih berada jauh di belakang. Kondisi ini memicu pertanyaan tentang strategi ketahanan pangan nasional dan potensi pengembangan lahan.
Peta Kekayaan Dunia Super ini mengulas perbandingan luas lahan pertanian antara RI, China, dan AS, faktor-faktor yang membuat Indonesia tertinggal, serta peluang bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dan memperkuat sektor pertaniannya di pasar global.
Gambaran Global Lahan Pertanian
Lahan pertanian merupakan fondasi utama adalah produksi pangan dunia, dengan total bentangan lebih dari 18 juta mil persegi di seluruh dunia. Lahan ini mencakup berbagai tipe dari lahan tanaman pangan hingga padang rumput dan penggembalaan yang bersama‑sama menopang kebutuhan pangan dan industri global.
China dan Amerika Serikat adalah dua negara yang memiliki lahan pertanian paling luas di dunia, baik secara luas dibandingkan negara lain maupun berkontribusi besar terhadap produksi bahan pangan global. Data global memperlihatkan peran dominan kedua negara ini dalam sektor pertanian.
Indonesia, meskipun negara agraris dengan banyak lahan subur, masih berada jauh di bawah China. Dan AS dalam hal luas total lahan pertanian yang dimanfaatkan untuk produksi pangan skala besar. Hal ini menunjukkan ketimpangan skala produksi pertanian dunia.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
China: Raksasa Pertanian Asia
China dikenal sebagai salah satu negara dengan lahan pertanian terluas di dunia, memegang posisi teratas bersama AS dalam jumlah area tanah yang digunakan untuk kegiatan produksi pangan. Sebagian besar lahan ini mendukung tanaman pokok seperti padi, jagung, dan gandum, sekaligus memenuhi kebutuhan domestik yang besar.
Penting dicatat bahwa meskipun China punya lahan pertanian yang sangat luas, hanya sebagian kecil tanahnya yang bisa ditanami secara intensif karena kondisi geografis dan iklim. Kendati demikian, China mampu memaksimalkan lahan yang ada melalui mekanisasi dan intensifikasi produksi.
Negara ini terus meningkatkan produktivitasnya dengan berbagai inovasi teknis seperti varietas unggul, irigasi modern, serta kebijakan bantu produktivitas pertanian nasional. Strategi ini membantu China menopang populasi besar dan menjadi penting dalam rantai pasokan pangan dunia.
Baca Juga: Tak Main-Main! TOBA Siapkan Ratusan Juta Dolar Untuk Kuasai Industri Limbah
Amerika Serikat: Pertanian Skala Besar
Amerika Serikat juga menempati posisi puncak dalam hal lahan pertanian terluas di dunia. Lahan yang sangat luas mendukung produksi berbagai komoditas pertanian penting termasuk jagung, kedelai, gandum, dan produk ternak. Lahan pertanian AS telah lama dikenal sebagai “breadbasket” dunia.
Sektor pertanian AS tidak hanya besar secara luas, tetapi juga sangat produktif berkat teknologi canggih, infrastruktur kuat, dan dukungan riset yang besar. Hal ini membuat AS menjadi salah satu pengekspor pangan utama global.
Jumlah lahan pertanian yang luas memberikan keunggulan strategis bagi AS dalam menyediakan komoditas pangan dan pakan ternak bagi pasar domestik dan internasional. Namun ini bukan cuma soal luas teknologi, jalur distribusi, dan efisiensi juga menjadi faktor utama.
Indonesia: Posisi Yang Masih Tertinggal
Meski Indonesia memiliki banyak lahan subur dan sejarah panjang sebagai negara agraris, luas lahan pertanian nasional jauh berada di bawah China dan AS. Data menunjukkan bahwa Indonesia memiliki persentase lahan arabel (yang bisa ditanami) yang tidak sebesar dua raksasa itu jika dihitung per total lahan.
Faktor utama ketertinggalan ini termasuk alih fungsi lahan untuk perumahan, industri, dan infrastruktur. Serta keterbatasan dalam penerapan teknologi agrikultur modern secara merata di seluruh nusantara.
Selain itu, tantangan seperti inefisiensi distribusi hasil pertanian, keterbatasan modal petani kecil. Dan tantangan iklim ikut memengaruhi posisi Indonesia dibanding negara lain. Meski begitu, Indonesia tetap memiliki keunggulan dalam beberapa subsektor tertentu, seperti produksi buah tropis.
Perspektif Ketahanan Pangan Dan Kebijakan
Ketahanan pangan bukan hanya soal luas lahan produktivitas, teknologi pertanian, kebijakan pemerintah, dan keberlanjutan lingkungan juga sangat menentukan. Negara seperti China dan AS menunjukkan bagaimana skala besar dipadukan. Dengan inovasi dapat menopang kebutuhan domestik besar sekaligus menjadi pemain global.
Indonesia, di sisi lain, perlu meningkatkan produktivitas lahan yang ada melalui dukungan riset, pembaruan varietas tanaman. serta kebijakan yang meminimalkan alih fungsi lahan pertanian. Meningkatkan efisiensi distribusi dan dukungan bagi petani juga kunci meraih ketahanan pangan jangka panjang.
Ketimpangan luas lahan pertanian ini menyoroti perlunya strategi nasional yang holistik mulai dari pendidikan pertanian, insentif teknologi. Hingga perlindungan terhadap lahan produktif agar Indonesia dapat bersaing lebih kuat di pasar global.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cnbcindonesia.com
- Gambar Kedua dari id.wikipedia.org