Tak Main-Main! TOBA Siapkan Ratusan Juta Dolar Untuk Kuasai Industri Limbah
Tak Main-Main! TOBA Siapkan Ratusan Juta Dolar Untuk Kuasai Industri Limbah

Tak Main-Main! TOBA Siapkan Ratusan Juta Dolar Untuk Kuasai Industri Limbah

Bagikan

Industri energi global sedang mengalami perubahan besar menuju arah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tak Main-Main! TOBA Siapkan Ratusan Juta Dolar Untuk Kuasai Industri Limbah

Banyak perusahaan energi mulai mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mencari peluang bisnis baru yang sejalan dengan tren ekonomi hijau. Perubahan ini juga dipicu oleh meningkatnya kesadaran dunia terhadap isu lingkungan serta tuntutan pengurangan emisi karbon. Disini akan membahas tentang cara toba menguasai industri.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Strategi TOBA Perluas Bisnis

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menunjukkan langkah serius dalam memperluas bisnis di sektor yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan energi ini mulai mengalihkan fokus dari ketergantungan pada batubara menuju sektor bisnis berkelanjutan yang memiliki prospek jangka panjang.

Salah satu sektor yang kini menjadi perhatian utama perusahaan adalah bisnis pengelolaan limbah. TOBA melihat peluang besar dalam industri ini karena meningkatnya kebutuhan pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berwawasan lingkungan di berbagai negara.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi transformasi perusahaan menuju bisnis energi bersih dan ekonomi sirkular. Dengan memasuki sektor pengelolaan limbah, TOBA berharap dapat menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih stabil sekaligus mendukung agenda keberlanjutan global.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Siapkan Investasi Besar

Untuk mendukung ekspansi tersebut, TOBA telah menyiapkan dana investasi atau capital expenditure (capex) yang cukup besar. Nilainya mencapai sekitar US$ 200 juta atau setara dengan sekitar Rp 2,4 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk mengeksplorasi berbagai peluang pertumbuhan bisnis, baik melalui ekspansi organik maupun anorganik. Artinya, perusahaan tidak hanya mengembangkan proyek sendiri, tetapi juga membuka peluang akuisisi atau kemitraan strategis dengan perusahaan lain di sektor pengelolaan limbah.

Pendanaan ekspansi ini direncanakan berasal dari berbagai sumber. Selain menggunakan kas internal perusahaan, TOBA juga membuka opsi pendanaan dari pinjaman bank, penerbitan surat utang, sukuk, maupun berbagai aksi korporasi lainnya yang dinilai strategis.

Baca Juga: Elon Musk Kuasai Dunia Kekayaan Rp14.152 Triliun, Nomor Satu Di Planet Bumi

Akuisisi Perusahaan Limbah

Akuisisi Perusahaan Limbah 

Keseriusan TOBA dalam mengembangkan bisnis pengelolaan limbah telah terlihat melalui langkah akuisisi yang dilakukan sebelumnya. Pada tahun 2025, perusahaan mengakuisisi Sembcorp Environment yang kini beroperasi dengan nama Cora Environment.

Akuisisi tersebut memperkuat posisi TOBA dalam industri pengelolaan limbah, khususnya di kawasan Singapura. Langkah ini juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas jaringan bisnisnya di pasar regional Asia Tenggara.

Dengan adanya Cora Environment, TOBA memiliki basis operasional yang lebih kuat untuk mengembangkan berbagai solusi pengelolaan limbah modern. Hal ini mencakup pengolahan sampah kota, pengelolaan limbah industri, hingga pengembangan teknologi pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Fokus Transisi Energi

Transformasi bisnis TOBA tidak hanya terbatas pada sektor pengelolaan limbah. Perusahaan juga mempercepat langkah menuju bisnis energi rendah karbon sebagai bagian dari komitmen terhadap transisi energi global. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah divestasi aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sebelumnya menjadi bagian dari portofolio bisnis perusahaan.

Dana hasil divestasi tersebut kemudian dialokasikan kembali untuk mendukung berbagai proyek energi bersih dan investasi berkelanjutan. Di antaranya adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Batam dengan kapasitas 46 megawatt peak (MWp). Proyek energi surya ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal keempat tahun 2026.

Selain sektor energi terbarukan, TOBA juga memperluas bisnis kendaraan listrik melalui Electrum. Perusahaan berencana meningkatkan jumlah armada kendaraan listrik serta memperluas jaringan fasilitas penukaran baterai di berbagai kota. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat perkembangan ekosistem transportasi ramah lingkungan di Indonesia sekaligus memperkuat posisi TOBA dalam industri energi masa depan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari Metro TV
  • Gambar Kedua dari Metro TV

Leave a Reply